Cerita Pengalaman U20

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semangat Pagi ^_^

 

Terasa masih pagi semangat ini, dan akan terus pagi hingga waktu yang sudah ditentukan :)

O.K. Let me introduce myself, eh bro jangan di translate ke inggris dong -_-

Perkenalkan nama saya Arief Setya, pemilik website ini, tapi ga juga sih, domain beli sewa, vps sewa, wordpress udah jadi, template gratisan haha :v. Ya sudahlah kalau begitu ini saja, tulisan karya saya sendiri. Mungkin bisa dikatakan ‘iseng’ saja saya menulis ini, tapi ini cerita perjalanan hidup saya yang sangat berharga.

Tanah kelahiran saya di Kabupaten Ngawi, kapan? 20 tahun lalu saat saya menulis ini tepat nya 31 Maret 1996 di akta kelahiran, walaupun orang tua saya bilang 1 April, mungkin karena masuk bidan sejak kemarinnya. Tapi tak apalah, biar Tuhan dan kita kita aja yang tau yah ;).

Kala itu mungkin hanya beberapa hal yang saya ingat, saya pernah bersekolah di RA (Raudhatul Athfal) Perwanida di Nglencong, Kecamatan Sine. Sekarang ini RA tersebut sudah berganti menjadi TK Aisyiyah. Saya bersekolah disini pada usia sekitar 4 – 5 tahun. Pergantian tahun dari 1999 ke 2000 pun masih terngiang dikepala saya ketika itu guru saya menuliskan tanggal di setiap pagi nya. Merupakan perubahan yang cukup besar menurut saya kala itu.

RA Perwanida

Bekas Bangunan RA Perwanida Nglencong, sekarang TK Aisyiyah

Kemudian pada usia 5 tahun saya diajak oleh ayah saya ke Jakarta – ayah saya sendiri sudah lama merantau ke Jakarta, bahkan sebelum menikah dengan ibu saya. Saya ingat betul ketika itu saya diminta oleh ayah saya untuk masuk sekolah TK Islam Nurus Sholeh. Letak sekolahnya cukup dekat, hanya berjarak sekitar 5 rumah dari rumah saya. Teman-teman saya di sekolah ini sangat menyenangkan. Walaupun hanya beberapa yang masih sekolah bersama di tingkat selanjutnya seperti Aulia, Indra dan Afiah, saya berharap masih bisa mengingat semua teman-teman saya itu.

20161017_222045

Foto kenang-kenangan TK Islam Nurus Sholeh periode XVI

Saat itu rumah tinggal saya bersama orangtua saya masih sama seperti sekarang ini, itu artinya sudah hampir 15 tahun sampai saya menulis ini, saya tinggal dirumah ini. Tepatnya di Jalan Condet Raya No. 9A, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur 13530. Rumah ini dulunya merupakan rumah tinggal untuk para karyawan di perusahaan milik bos nya ayah saya. Oke kita lanjut lagi :).

20161017_221435

Jajaran piala, dari masa ke masa

2 piala paling depan adalah piala-piala yang pertama kali saya dapatkan semasa sekolah TK, dari paling kiri adalah piala Juara II mewarnai dan menarik garis, kemudian ditengah adalah piala Rangking I ‘Rajin Menabung’, lalu yang kanan adalah Piagam tanda tamat belajar di TK Nurus Sholeh. Saya berharap jiwa seni yang saya bawa sejak itu akan terus ada dan makin berkembang ^_^.

Setelah tamat belajar di TK, saya melanjutkan bersekolah di SDN Balekambang 01 Pagi, oke disini saya mulai mengenal komputer. Tepatnya di kelas 2 kemudian dilanjutkan di kelas 5 dan 6 SD, kala itu komputernya ada di barisan paling depan saja sehingga yang ingin belajar komputer pun harus bergantian. Komputernya pun masih komputer tabung, ada juga komputer tabung yang monitornya menjadi satu dengan CPU nya. Pernah sesekali selepas kelas telah berakhir saya dan beberapa teman saya bermain game di Ruang Komputer. Bahagia nya masa-masa itu :).

kipas bambu

Kipas bambu/Kipas Sate, credit for google

Dikelas 5 SD, tantangan baru saya dapatkan. Yaitu lomba kreatifitas kerajinan tangan menganyam. Siapa sangka, saya mendapatkan juara 1 di tingkat kecamatan. Apa yang saya buat? sebuah Anyaman Kipas yang terbuat dari bambu, atau yang banyak dikenal orang adalah ‘Kipas Sate’. Tapi sayangnya ketika maju di tingkat Jakarta Timur, saya mendapatkan peringkat 1 dari bawah 😉 haha. Mungkin hanya pengalaman kecil, tapi amat sangat berharga buat saya dan juga itu adalah pertama kalinya saya dibidang seni menganyam serta terpilihnya saya untuk lomba adalah berkat nenek saya yang saat itu kebetulan datang dari kampung halaman. Beliau mengajarkan saya caranya memotong-motong 1 ros bambu kemudian merendamnya didalam air agar bambu tersebut dapat mudah dibentuk ^_^. Rasa syukur pada Allah SWT dan terima kasih tak lupa saya ucapkan kepada nenek saya yang saat saya menang lomba sudah berada di kampung. :)

Tak hanya itu, semenjak SD saya sudah aktif mengikuti ekstrakulikuler Pramuka. Inilah awal kehidupan Pamuka saya tertanam dalam diri saya. Pelatih Pramuka saya dulu adalah Kak Dwi, dia lebih sering mengikuti di Saka Bhayangkara, mungkin juga karena dia adalah seorang anggota Brimob. Dimasa itu entah mengapa saya bisa lebih aktif dari teman-teman saya, mungkin karena saya hafal kode morse dan para pelatih mengetahuinya. Tapi sayangnya tak ada foto kenangan di masa ini, entah foto apapun itu.

Setelah lulus SD, saya diterima di SMP Negeri 35 Jakarta setelah nilai saya tak masuk di SMP Negeri 20 Jakarta yang saat itu merupakan sekolah favorit. Angkatan saya kala itu merupakan angkatan dengan jumlah siswa terbanyak, lebih dari 500-an siswa diterima dengan pembagian 15 kelas. Hal yang luar biasa menurut saya, karena dengan jumlah siswa sebanyak ini sampai harus membagi jam sekolah menjadi pagi dan siang.

Tunggu ceritaku selanjutnya yaa 😉

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *